Hutan Wisata Punti Kayu

      Created : 11 October 2017

    Lokasi : di jalan Kol. H. Burlian (jalan menuju Bandara SMB II Palembang)

    Sejarah/keunikan :

    • Sejak 1938 ditetapkan sebagai hutan lindung
    • Kawasan taman rekreasi dengan fasilitas kolam renang, tempat berteduh, pos keamanan, pos informasi, kebun binatang mini, outbound, ruang serbaguna.
    • Kawasan hutan lindung
    • Kawasan perkemahan
    • Wilayah danau dan rawa

    Hutan Wisata Punti Kayu ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum trayek km 12 yang letaknya sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas sekitar 50 Ha. Sejak tahun 1938 telah ditetapkan sebagai hutan lindung. Pada tahun 1986 dijelaskan hasil kesepakatan antara Provinsi Sumsel dan Departemen Kehutanan bahwa hutan wisata Punti Kayu menjadi hutan wisata, dengan menambah beberapa sarana wisata. Taman wisata Punti Kayu dibagi atas 4 wilayah yaitu :

    1. Wilayah Taman Rekreasi yang mempunyai fasilitas antara lain :

    • Kolam renang
    • tempat berteduh
    • pos keamanan dan pos informasi
    • kebun binatang
    • sarana olahraga
    • ruang serbaguna

    2. Wilayah hutan lindung

    3. Wilayah perkemahan

    4. Wilayah danau dan rawa

    5. Arena Outbond bagi masyarakat umum

    Source : www.palembang-tourism.com


    Pulau Kemaro

      Created : 11 October 2017

    Ditengah sungai Musi terdapat sebuah pulau Kemaro. Nama tersebut berarti pulau yang tidak pernah tergenang air walaupun air pasang besar pulau tersebut tidak akan kebanjiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung-apung diatas sungai Musi.

    Pulau  ini mempunyai legenda tentang kisah cinta “Siti Fatimah Putri Raja Palembang yang dilamar oleh anak raja China bernama Tan Bun Ann”. Syarat yang diajukan Siti Fatimah pada Tan Bun Ann adalah menyediakan 9 guci berisi emas, keluarga Tan Bun Ann menerima syarat yang dianjurkan. Untuk menghindari bajak laut saat di perjalanan membawa emas dari negeri China maka emas yang di dalam guci tersebut ditutupi dengan asinan dan sayur, ketika kapal tersebut tiba di Palembang Tan Bun Ann memeriksa guci tersebut yang ditutupi asinan dan sayur, dengan rasa marah dan kecewa maka seluruh guci tersebut dibuangnya ke sungai musi tetapi pada guci yang terakhir terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan sehingga terlihatlah kepingan emas yang ada di dalam.

    Rasa penyesalan membuat anak raja China tersebut mengambil keputusan untuk menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam. Melihat tersebut Siti Fatimah ikut menerjunkan diri ke sungai sambil berkata “jika ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini maka di situlah kuburan saya”.

    Dipulau ini terdapat sebuah kelenteng Budha yang selalu dikunjungi penganutnya terutama pada perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya masyarakat keturunan Tiong Hoa di kota Palembang tetapi dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara seperti Singapura, Hongkong, RRC dan lain-lain. Kita dapat ke pulau ini dengan menggunakan transportasi air seperti ketek, speed boat, kapal wisata Putri Kembang Dadar, Sigentar Alam dan perahu Naga dari dermaga wisata Benteng Kuto Besak (BKB)atau dari pabrik Intirub.

    Source : www.palembang-tourism.com


    EMPEK - EMPEK KHAS PALEMBANG

      Created : 11 October 2017

    Bicara tentang Palembang, maka kurang lengkap rasanya bila belum membicarakan tentang kuliner satu ini. Yupss, Empek - empek Palembang tentunya. Empek - empek adalah salah satu makanan tradisional Palembang yang terbuat dari sagu dan ikan yang di sajikan dengan saus hitam yang dalam bahasa palembang biasa di sebut cuko. Masih belum jelas tentang asal mula makanan khas satu ini. Namun menurut beberapa sumber, Empek - empek telah ada di Palembang sekitar abad ke -16. Nama Empek - empek di yakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Karena pada saat itu adalah masuknya perantau Cina ke Palembang. Empek - empek di yakini merupakan adaptasi makanan dari Cina yaitu baso ikan,kekian, atau ngohyang.

    Pada awalanya Empek - empek terbuat dari ikan balida, dikarenakan semakin langkanya ikan tersebut maka diganti dengan ikan gabus yang mudah di dapatkan oleh masyarakat di sana. Seiring dengan perkembangan, masyarakat mulai menggunakan berbagai jenis ikan sungai seperti ikan putak, toman, dan bujuk. Selain itu juga bisa memakai berbagai jenis ikan laut seperti ikan tenggiri, ikan kakap dan ikan lainnya.

    Dalam proses penyajian, Empek - empek di sajikan dengan saus hitam yang di sebut cuko. Cuko ini terbuat dari air yang di masak, kemudian di tambahkan bahan lainnya seperti gula merah, udang ebi, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Pada awalnya cuko di buat dengan rasa pedas, karena di fungsikan sebagai penambah nafsu makan oleh masyarakat Palembang. Namun seiring dengan perkembangan, cuko juga di buat dengan rasa manis agar dapat mencukupi selera para penikmatnya. Selain menggunakan saus cuko, Empek - empek juga bisa di tabahkan dengan irisan mentimun dan mie kuning sebagai bahan pelengkap saat di santap.

    Keunikan dalam kuliner satu ini adalah cita rasanya yang khas, dengan tekstur yang kenyal dan rasanya yang gurih memaksa anda ingin terus menikmatinya. Selain itu saus cuko yang khas menambah cita rasa yang lezat bila di padukan dengan Empek - empek tersebut.

    Source : www.negerikuindonesia.com


 
First Prev 1 Next Last   |   Displaying 1 to 3 of 3 items